Showing posts with label Menguap. Show all posts
Showing posts with label Menguap. Show all posts
11:49 PM | Posted in
Rasulullah bersabda:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya".Shahih Bukhari, 6223.


Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)


Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.

Rasulullah bersabda: ”Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum” (HR. Bukhari, 6224)

Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan,

"Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.
Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian.
Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung.

Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut.
Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155) (arnab)

Dikutip dari;
( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )
http://www.geocities.com/the_fact99/
http://friendlyma2h.multiply.com/journal
Category:
��
11:38 PM | Posted in ,
Jangan mengolok-olok orang yang menguap. Menurut penelitian, menguap penting untuk mengatur temperatur otak. Jika menguap, berarti otak kita sedang kepanasan.

Penemuan itu memecahkan beberapa misteri seperti mengapa menguap terjadi sebelum atau sesudah tidur. Selain mengapa suatu penyakit tertentu menyebabkan menguap dalam jangka panjang, dan bernafas lewat hidung serta mendinginkan kepala bagian atas bisa menghentikan menguap.

"Otak seperti komputer. Otak bisa beroperasi dengan efisien jika dingin dan adaptasi fisik dilakukan akan mendinginkan otak,” kata Andrew Gallup, peneliti di Departmen Biologi di Binghamton University yang memimpin penelitian itu.

Penelitian itu menganalisa menguap yang terjadi pada parkit yang mewakili vertabrata. Burung dipilih karena memiliki otak relatif besar, dan hidup di alam liar yang sering terpapar panas. Dan yang terpenting tidak tertular menguap sebagaimana manusia atau binatang lain.

Penularan menguap dianggap sebagai mekanisme untuk menunjang agar kelompok tetap waspada terhadap bahaya, kata Gallup.

Dalam penelitian pada burung, ilmuwan memasukkan parkit dalam tiga kondisi berbeda. Temperatur yang ditingkatkan, temperatur tinggi dan temperatur yang dikontrol.

Menguap tidak meningkat untuk dua kondisi pertama, dan menjadi dua kali lipat saat peneliti menaikkan temperatur. Penemuan ini dilaporkan di journal Animal Behavior.

"Berdasarkan hipotesa pendinginan otak, kami menduga ada jeda panas sebelum menguap bisa terjadi. Sebagai contoh, menguap tidak terjadi saat temperatur tidak melebihi temperatur tubuh, karena mengambil napas dalam-dalam dari udara hangat akan kontra produktif. Sedangkan menguap saat udara sangat dingin akan berbahaya karena mengirim udara dingin ke otak dan bisa menghasilkan hentakan panas,” kata Gallup.[ito]

Category: ,
��