Showing posts with label Merokok. Show all posts
Showing posts with label Merokok. Show all posts
12:33 AM | Posted in , ,
Bila penyakit jantung, stroke atau pun kanker belum cukup menjadi alasan buat pria untuk berhenti merokok, cobalah mempertimbangkan yang satu ini : Kebiasaan merokok akan memperbesar risiko Anda mengalami impotensi atau disfungsi ereksi (DE)!.

Fakta mengenai hubungan kebiasaan merokok dan risiko impotensi memang bukan sesuatu hal baru. Sebelumnya, sudah beberapa riset yang mendukung teori tersebut. Kali ini pun, para ahli kembali mengungkap bukti ilmiah bahwa pria yang punya kebiasaan merokok berisiko 40 persen lebih besar mengalami disfungsi ereksi ketimbang pria yang tidak merokok.

"Merokok akan membawa nikotin dan vasokonstriktor lainnya sehingga dapat menutup aliran pembuluh darah penis," terang Dr. Jack Mydlo, kepala bagian urologi Temple University School of Medicine and Hospital di Philadelphia, AS.

Disfungsi ereksi atau impotensi menurut data dari U.S. National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Disorders saat ini telah menjadi problem serius yang dialami dua dari 100 pria di Amerika. Ketika pria mulai beranjak tua, risiko mengalami gangguan fungsi seksual pun makin meningkat.

Dalam penelitian kali ini, para ahli melibatkan sebanyak 8.000 pria di Australia berusia 16 hingga 59 tahun. Dari riset terungkap bahwa pria yang merokok kurang dari sebungkus sehari mengalami peningkatan risiko mengalami problem ereksi sebesar 24 persen.

Hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal Tobacco Control ini juga mengungkapkan, bertambahnya jumlah rokok yang dihisap setiap hari makin meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Pria yang rata-rata menghisap 20 batang rokok sehari tercatat mengalami peningkatan risiko sebesar 39 persen.

Pada riset lainnya, yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology, pria yang masih merokok pada usia 40-an cenderung mengalami problem ereksi ketimbang pria tua yang tidak merokok. Risiko disfungsi juga tercatat meningkat dua kali lipat pada pria yang merokok pada usia 40-an dibanding yang tidak merokok pada usia 50-an.

"Merokok, yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit, adalah penyebab terbesar gangguan ereksi," ungkap Dr. Larry Lipshultz, kepala bagian reproduksi pria pada Baylor College of Medicine di Houston, Texas AS.

Merokok sebenarnya bukan satu-satunya penyebab impotensi pada pria. Faktor gaya hidup juga bisa berpengaruh besar pada kesehatan seksual kaum Adam. Obesitas, konsumsi alkohol dan obat-obatan dapat memicu timbulnnya problem ereksi. Demikian pula halnya dengan gaya hidup yang santai dan kurang aktivitas (sedentary), tambah Lipshultz.

Penyebab lainnya, lanjut Lipshultz, adalah beragam penyakit seperti diabetes; jantung, operasi kanker prostat, kandung kemih, usus besar, cedera tulang belakang, ketidakseimbangan hormon testosteron atau pun pengobatan tekanan darah tinggi dan obat antidepresan.

Lipshultz juga menjelaskan, seluruh faktor kondisi dan gaya hidup tersebut dapat memicu pria mengalami disfungsi ereksi melalui tiga cara utama yakni : memperlambat aliran darah, menyebabkan kerusakan saraf, dan mengubah kondisi hormonal. (HealthDay News/AC)

12:15 AM | Posted in
BERHENTI merokok memang sulit, Sekarang Ada Solusinya Penyebab sulitnya menghentikan rokok, terletak pada nikotin yang dikandung rokok. “Nikotin merupakan komponen penyebab rasa ketergantungan. Bahkan, efek ketergantungan nikotin pada manusia 5-10 kali lebih kuat daripada kokain atau morfin.

Nikotin dari hisapan rokok, terserap dalam darah dan diteruskan ke otak. Di dalam otak, ada reseptor yang menerima nikotin tersebut sehingga melepaskan zat yang disebut dopamine. Nah, dopamine inilah yang memberikan rasa nyaman dan bahagia. Namun, efek rasa nyaman itu akan hilang seiring dengan berkurangnya dopamine yang diterima otak. Akibatnya, munculah keinginan kembali untuk merokok.

Namun, meskipun sulit, kebiasaan merokok bisa dihilangkan. Pertama, yakini bahwa rokok itu jahat dan tidak ada manfaatnya sama sekali bagi Anda dan keluarga. Kedua, yakini bahwa diri Anda bisa berhenti merokok. “Contohnya bagi yang muslim “dan taat tentunya” selama bulan Ramadhan, kita bisa tidak merokok di siang hari,”.

Ketiga, kuatkan niat Anda untuk berhenti merokok. Caranya, tetapkan tanggal pasti akan berhenti merokok. “Misalnya, pada tanggal sekian, bulan sekian tahun sekian saya akan berhenti merokok”.

Selanjutnya, buang semua hal yang berhubungan dengan rokok. Tiada maaf untuk merokok walau hanya satu isapan. Bagaimana dengan rokok mild (rendah nikotin)? “Rokok mild justru meningkatkan keinginan untuk menghisap rokok lebih banyak lagi, jadi kalau ingin berhenti merokok, jangan mengganti jenis atau banyaknya rokok, tapi benar-benar stop merokok.”.

Untuk berhenti merokok, dibutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Sebab, 70 persen perokok yang ingin berhenti merokok. Tapi, hanya 5-10 persen saja yang melakukannya tanpa bantuan. “Beberapa bulan setelah berhenti merokok, biasanya, akan muncul gejala-gejala tidak mengenakkan. Karena itulah dibutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan terdekat”.

Beberapa gejala itu yakni mudah tersinggung, frustasi atau marah (4 minggu), insomnia (gangguan tidur), anxiety (rasa cemas), meningkatnya nafsu makan atau berat badan (>10 minggu), tidak sabar(<4>

Namun, jangan khawatir, sekarang ada terobosan terbaru, solusi berhenti merokok pertama di Indonesia. “Sekarang ada obat untuk menghentikan kebiasaan merokok yakni Varenicline Tartrate, yang diproduksi oleh PT Pfizer”. Varenicline bekerja pada reseptor nikotin yang terdapat di otak dengan dua cara. Yaitu menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopamin secara parsial sehingga menurunkan gejala-gejala berupa pusing kepala, sulit berkonsentrasi, dan perasaan kurang enak yang timbul karena proses berhenti merokok.

Selain itu, juga menghalangi nikotin menempel pada reseptor dan mengurangi rasa nikmat yang ditimbulkan dari rokok jika pasien merokok kembali. Efektivitas obat tersebut teruji dalam studi terhadap 2.000 perokok. Lebih jauh dijelaskannya, varenicline diindikasikan untuk terapi stop merokok pada orang dewasa. “Tetapi, terapi ini harus disertai dengan niat yang kuat dari perokok serta dukungan keluarga,”. Obat ini berupa tablet yang dapat dimakan bersama segelas air.

Hayoo.. stop merokok yoo..

Category:
��